Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label renungan

Tumpukan Kerjaan

Ada kalanya pekerjaan kita menumpuk banyak sampai rasanya tidak ada selesai-selesainya kita bekerja. Padahal baru saja selesai satu tugas, langsung ada satu atau dua tugas atau tanggung jawab lagi yang datang. Hari demi hari kerjaannya nugas terus. Sampai bertanya, kapan ya bisa punya waktu luang. Ada dua perspektif yang bisa saja muncul di saat mendapatkan tumpukan pekerjaan. Yang pertama, kapan yah pekerjaan semua ini kelar, pasti kalau udah kelar semua aku ngga akan stres dan bisa melanjutkan hobiku di waktu luang. Dengan perspektif ini, kita berpikir bahwa kita tidak bisa tenang kalau tugas kita masih ada, harus diselesaikan dulu baru bisa tenang. Yang kedua, alhamdulillah ada tugas yang bisa dikerjakan, alhamdulillah buat dua hari atau sebulan ke depan kita sudah tahu apa-apa saja yang harus dikerjakan. Yang sering kita lupa adalah, pada saat kita mengerjakan tugas, kita mengerjakan tugasnya itu satu persatu, tidak langsung banyak sekaligus. Hal ini sama saja seperti kita diberika...

Elektromagnetik

Gelombang elektromagnetik, menurutku gelombang yang sangat unik. Gelombang ini membuat para ilmuwan kebingungan karena tidak menggunakan medium apapun, beda seperti gelombang air. Dari gelombang ini ditemukan banyak hipotesis seperti ruangan kosong sebenarnya terdiri dari fabric sheets yang menghubungkan satu hal dengan yang lainnya. Bahkan dimensi ruang-waktu juga terinspirasi sedikit dari gelombang ini. Pembuatan gelombang elektromagnetik juga menarik. Ilmuwan tahu bahwa sebuah muatan elektrik yang bergerak dapat memengaruhi medan magnet di sekitarnya dan juga sebaliknya. Hal menarik terjadi apabila kita lakukan reaksi berantai, misal medan magnet yang berubah dapat memengaruhi muatan elektrik di sekitarnya, lalu muatan elektrik yang terpengaruh akan memengaruhi medan magnet disekitarnya lagi, dan seterusnya. Proses yang rekursif, simpel, dan elegan. Tiap frekuensi gelombang elektromagnetik memiliki karakteristiknya masing-masing. Ada yang frekuensinya sangat rendah yang bisa pergi...

Rasa Cukup

Terkadang kita enggan memulai sesuatu karena ada sesuatu yang belum cukup pada diri kita maupun luar kita. "Aku nanti aja deh mulainya, pas lagi mood", "Aku belum bisa kerja karena belum punya pengalaman ini dan itu", "Mulai nulis tesis pas paper itu udah keluar aja deh", "Baru mulai sholat pas kalau udah dapat petunjuk aja deh", "Baru mulai nabung buat nikah/rumah pas udah umur XX aja deh", "Baru publish artikel pas aku rasa udah perfect aja deh" Seringkali rasa tidak cukup membuat kita menunda, tetapi tidak jarang juga rasa tidak cukup membuat kita gelisah. "Duh, ini proyek belum kelar mana deadline udah 1 minggu lagi", "Kapan ya aku bisa dapat pencapaian kayak dia?", "Kapan ya punya rumah sendiri? Takutnya nanti nggak kesampaian". Rasa tidak berkecukupan hanya membawa bencana yang membuat kita menjadi tidak cukup beneran. Mungkin ada orang yang bertanya, "kalau kita selalu merasa cukup, na...

Yang Tidak Terlihat

Ada apa dengan yang tidak terlihat? Tidak ada apa-apa. Tetapi banyak orang yang masih menyepelekan yang tidak terlihat, meskipun itu adalah penyebab kita berada di sini. Apakah yang tidak terlihat itu memang tidak ada? Kenapa kita harus hormat dan peduli kepada apapun meskipun mereka tidak terlihat? Kekuatan umat terbesar manusia umumnya adalah yang tidak terlihat, pikiran. Kuli-kuli bangunan tidak akan bisa membangun gedung kalau belum ada orang yang berpikir keras untuk membuat rencana pembangunan. Penemuan-penemuan yang canggih tidak akan ditemukan oleh orang yang tidak pernah berpikir sama sekali. Semua peradaban dunia tidak akan maju apabila tidak ada orang yang berpikir dibaliknya. Apabila kita hanya mengandalkan kemampuan fisik kita dan tidak menggunakan yang tidak terlihat, peradaban tidak akan pergi kemana-mana, sama seperti hewan, bahkan lebih buruk daripada hewan. Gelombang elektromagnetik yang kita gunakan sehari-hari semuanya tidak terlihat oleh mata kita. Bahkan sebelumny...

Hikmah dari Earbuds Active Noise Canceling: Teknologi dan Pelajaran Kehidupan

Sambil mengisi waktu luang sebentar, ada satu hal yang jadi highlight dari pikiranku tentang earbuds noise canceling. Orang biasanya beli earbuds tipe ini kalau mereka tidak mau terganggu noise sekitar sehingga mereka bisa fokus, tapi ada juga beberapa earbuds ANC (active noise canceling) yang juga memberikan fitur hearthrough, atau dalam kata lain, kita bisa denger noise dari luar seakan-akan kita ngga pakai earbuds padahal kita pakai earbudsnya rapat banget. Bukan cuma harganya yang mahal, keefektifannya, dan juga fungsinya. Cara kerjanya juga cukup menarik. Mungkin buat kalian anak teknik udah tau cara kerja dari earbuds active noise canceling ini. Jadi intinya ada dua jenis noise canceling, yaitu pasif dan aktif.  Noise frekuensi tinggi & rendah Sebelum itu, noise pada umumnya dikategorikan berdasarkan frekuensi yang dihasilkannya. Umumnya frekuensi tinggi, menengah, dan rendah. Masing-masing punya karakteristik sendiri. Noise frekuensi tinggi biasanya terkenal dengan suara...

Dunia Sekarang Bukan Lagi Dunia Hakiki Melainkan Dunia Pencitraan

Sambil mengisi waktu luang sebentar, barusan kepikiran tentang ucapan Mas Eko S. Wibowo di acara Meetup Python Jogja X Universitas Nadhlatul Ulama . Jadi singkatnya, Mas Izza yang duduk di sampingku bertanya tentang bagaimana caranya untuk menjadi remote worker di bidang teknologi namun masih belum punya portofolio apapun karena Mas Izza sendiri kuliahnya bukan dari background teknologi. Pada saat Mas Eko menjawab, ada kalimat yang jujur jadi highlight dari pikiranku yaitu "dunia sekarang bukan lagi dunia hakiki, melainkan dunia pencitraan". Eksistensi dunia maya Jadi jawaban panjangnya begini. Mas Eko menyarankan untuk memulai dengan membuat website berniche AI (karena Mas Izza ingin kerja di bidang AI Engineer), katakanlah dengan nama aixpert.id, nanti di situ isi artikel yang banyak tentang tutorial AI, tetapi dengan satu poin penting yaitu: jangan sebutkan kalau kamu baru belajar AI. "Kan orang-orang yang baca toh ngga perlu tahu juga kalau kamu baru belajar AI, ya...

Penurunan Dimensi

Google Gemini Advanced: create a picture of dimensional reduction of reality and the universe   Dimensi adalah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan aspek-aspek dari berbeda dari realitas atau keadaan. Biasanya kata ini juga digunakan untuk merujuk kepada parameter yang digunakan dalam mendefinisikan suatu posisi dalam ruang atau ruang-waktu. Dalam fisika dan matematika, dimensi merupakan hal yang penting untuk mendeksripsikan realita ke dalam konsep sehingga kita bisa menggunakan data tersebut untuk menghitung suatu hal yang bermanfaat, misal prediksi cuaca atau sebagainya. Hal yang perlu diketahui dan perlu diingat di sini adalah dimensi realita akan selalu tidak bisa dimasukkan ke dalam kertas sepenuhnya tanpa penurunan dimensi. Hal ini karena realita memiliki dimensi yang sangat tinggi bahkan seringkali kita mendeksripsikannya sebagai sesuatu yang tidak terbatas. Memasukkan dimensi realita ke dalam konsep secara sepenuhnya bahkan untuk suatu tempat dan suatu titik di wak...